RACUN DOGMA YANG MENCENGRAM NUSANTARA

SAATNYA KEARIFAN LOKAL JADI CAHAYA BANGSA

Orang yang masih memiliki Ruang Terbuka didalam dirinya, masih bisa menerima Kebenaran lain diluar "Kebenaran" yang diyakininya. Tapi orang yang sudah penuh terisi, dan tidak memiliki Ruang Terbuka sedikitpun didalam dirinya, sudah tidak bisa lagi menampung Kebenaran macam apapun, selain "kebenarannya sendiri".

Orang yang demikian memang memiliki mata, tapi tidak bisa melihat ; memiliki telinga, tapi tidak bisa mendengar ; memiliki akal budhi, tapi tidak berfungsi lagi untuk menimbang, berpikir, dan menuntun dirinya untuk hidup layaknya manusia normal. Akal budhinya telah kering dan mati !

Kearifan Lokal Nusantara nyata begitu indah dan bernilai sangat tinggi, itu dapat dilihat dan dimengerti dengan amat mudah oleh semua orang yang masih memiliki akal budhi. Tapi bagi orang yang akal budhinya telah mengering dan mati, segala yang luarbiasa itu tidak mampu dimengerti dan disyukuri. 

Borobudur, Prambanan, Keris, Wayang Kulit, ajaran-ajaran luhur suku Dayak, Badui, Sunda, Jawa, Tarian-tarian dari berbagai suku di Nusantara, dll. adalah bukti nyata betapa tingginya Kearifan Lokal Nusantara. 

Bandingkan antara Borobudur dan Prambanan dengan bangunan yang ada di negara-negara Timur Tengah ; mana yang lebih indah, lebih rumit, lebih mengandung nilai-nilai seni dan ajaran luhur?

Bandingkan pula antara kemampuan seorang dalang wayang kulit dengan kesenian hiburan dan pengajaran publik yang berasal dari Timur Tengah, mana yang lebih tinggi nilai budayanya?

Bayangkan seandainya pemerintah kita mengangkat Borobudur dan Prambanan sebagai pusat wisata reliji, sekaligus pengajaran ilmu spiritual Nusantara melalui relief-relief yang terukir amat indah di kedua candi warisan leluhur Nusantara itu ; akan berapa banyak devisa yang bisa diraup dari sektor wisata reliji itu dari turis mancanegara untuk membangun negara dan bangsa? 

Dan yang paling utama ; seandainya ajaran-ajaran luhur Nusantara yang penuh kedamaian itu mau diajarkan secara benar, menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dan didukung oleh pemerintah untuk dimasukkan kedalam kurikulum sekolah, masyarakat diberi kebebasan untuk memilih keyakinannya masing-masing ; maka akan betapa damai hubungan antar sesama manusia di negeri berjuta pelangi ini. 

Nasionalisme bangsa pasti akan semakin tebal, bangga menjadi bagian daripada bangsa yang besar ini, kearifan lokal akan dijunjung tinggi dan dipelihara kelestariannya, tidak ada lagi suara-suara lantang penuh hasutan dan kebencian yang menistakan Kearifan Lokal Nusantara. 

Rara, sang pawang hujan sirkuit Mandalika yang telah mendunia dan terbukti berhasil menghentikan hujan deras yang menganggu balapan, cuma tersenyum manis ketika ada orang yang menghujat keberhasilannya memindahkan hujan, dia cuma tertawa kecil kecil ketika ada orang-orang yang menuduhnya syirik. 
Aksi wanita bernama lengkap Rara Istiati Wulandari di MotoGP Pertamina Mandalika International Street Circuit 2022 telah membuka mata penduduk dunia melihat keunikan dan keindahan Indonesia. Dulu orang hanya mengerti Bali, sekarang dengan digelarnya seri MotoGP, seluruh dunia mengenal Indonesia. 

Karena memang Kearifan Lokal Nusantara bukan untuk menyakiti, menipu, merugikan orang lain, menghasut, tapi untuk menolong orang lain, menjaga keseimbangan alam, dan untuk melakukan berbagai kebajikan melampaui sekat-sekat suku, ras, dan agama. 

Begitulah Nusantara bagi orang-orang yang memiliki akal budhi dan yang akal budhinya masih bersih dari segala racun dogma..

Kutipan dari
#Credit Nyoto Raharjo 

Rahayu 

🙏

Komentar